Kekacauan, brutalisasi, fanatik berdarah, bukan lagi terjadi pada kalangan masyarakat bersekat nama desa, agama, atau keturunan, bukan pula bersebab turun temurunnya nenek moyang suku beratapkan pikiran kolot nan primitif yg seakan tak mengenal pendidikan,, tapi yang semakin mewarnai negara ini dengan corak 'norak' adalah gesekan pada anak-anak didik di banyak lembaga pendidikan.
Tawuran pelajar sekolah menjadi potret
buram dalam dunia pendidikan Indonesia.
Pada 2010, setidaknya terjadi :128 kasus tawuran antar pelajar.
Angka itu melonjak tajam lebih dari 100% pada 2011, yakni 330 kasus tawuran yang menewaskan 82 pelajar.
Pada Januari-Juni 2012, telah terjadi 139 tawuran yang menewaskan 12 pelajar.
(sumber data : tvonenews.tv )
Pada 2010, setidaknya terjadi :128 kasus tawuran antar pelajar.
Angka itu melonjak tajam lebih dari 100% pada 2011, yakni 330 kasus tawuran yang menewaskan 82 pelajar.
Pada Januari-Juni 2012, telah terjadi 139 tawuran yang menewaskan 12 pelajar.
(sumber data : tvonenews.tv )
Entah kenapa dan mengapa, aksi anak-anak bangsa seSMP / SMA ini tiba-tiba merebak luas. Penyakit tertiup hembusan ideologi siswa bangsa yang memang semakin menjadi kekanak-kanakan.Masalahnya hanya pikiran mereka yg menciut, nyali mereka malah mengembang tak terkontrol.
Ada kejadian ada kronologi, akar kronologinya inilah y`ng menjadi pertanyaan besar.Yaa,,, memang sudah ketentuan ilahi, kalau yang dibicarakan soal anak, jawaban pertama adalah orang tua. Kalau yg dipermasalahkan tentang obyek pendidikan, cakupan paling mengena adalah lembaga pendidikan. Mungkin dua ini bisa mewakili semua sebab.
lha terus..?
lha terus..?